Jambi — Sebuah video viral di TikTok kembali mengguncang ruang publik. Dalam video berdurasi singkat itu, tampak tumpukan kayu berukuran besar yang diduga hasil penebangan liar dari kawasan hutan Jambi dan Palembang. Dua nama disebut: Boby dan Hery, yang diduga mengelola somel (tempat pengolahan kayu) di wilayah Sungai Gelam, Jambi.

Video tersebut bukan sekadar konten viral. Ia menjadi potret kecil dari persoalan besar yang kini tengah menjadi sorotan nasional: konflik antara kepentingan ekonomi, kerusakan lingkungan, dan lemahnya penegakan hukum.

Truk angkutan pemilik kayu
Truk angkutan kayu yang diduga punya pemilik 
Gudang tempat penumpukan kayu

Dalam narasi video, disebut pula adanya dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam rantai distribusi kayu ilegal, mulai dari pengawalan oleh oknum berseragam, hingga koordinasi distribusi dari kawasan Pancoran ke luar provinsi. Nama-nama seperti Suroso, Letnan Hadi, dan Slamet turut disebut sebagai bagian dari jaringan pengamanan distribusi kayu.

Tim investigasi dari Indonesia Morality Watch (IMS) menyatakan telah menelusuri aktivitas di lapangan dan menemukan indikasi kuat adanya praktik penebangan liar yang dilakukan secara sistematis dan terorganisir.

“Kami mendapati pola distribusi yang rapi dan terstruktur. Ini bukan kerja individu, tapi jaringan. Dugaan kami, kayu-kayu ini masuk ke pasar gelap hingga ke luar provinsi,” ujar perwakilan IMS.

Kondisi ini mencerminkan konflik nasional yang lebih luas: di satu sisi, pemerintah gencar mengampanyekan transisi hijau dan perlindungan hutan; di sisi lain, praktik ilegal seperti ini justru terus berlangsung, bahkan diduga melibatkan oknum aparat.

Krisis lingkungan yang diperparah oleh bencana banjir di berbagai daerah, termasuk Jambi, seharusnya menjadi alarm keras. Namun, jika penebangan liar masih berlangsung tanpa hambatan, maka komitmen terhadap keberlanjutan dan keadilan lingkungan patut dipertanyakan.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan transparan. Penyelidikan menyeluruh perlu dilakukan, tidak hanya terhadap pelaku lapangan, tetapi juga terhadap jaringan distribusi dan dugaan keterlibatan oknum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait video viral tersebut. Namun, tekanan publik terus menguat agar kasus ini tidak berakhir sebagai “konten viral tanpa tindak lanjut.”

Sigap91News.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi secara berimbang, akurat, dan berpihak pada kepentingan publik.(Red)**

Bagikan