PALEMBANG – Ruang digital masyarakat Ogan Komering Ulu dihebohkan dengan beredarnya foto dan video yang menampilkan seorang aparatur sipil negara berinisial FI tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda Polda Sumatera Selatan. Sosok tersebut diidentifikasi sebagai Feri Iswan, pejabat yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setda OKU.
Feri dikabarkan diamankan petugas Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan sejak Sabtu malam (2/5/2026). Langkah kepolisian itu diduga berkaitan dengan laporan kasus penipuan dan penggelapan kendaraan yang disebut merugikan korban hingga miliaran rupiah.
Modus Iming-iming Proyek
Kasus ini mencuat setelah Ahmad Setio Raharjo (38) resmi melapor ke Polda Sumatera Selatan melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor LP/B/659/V/2026/SPKT/Polda Sumsel tertanggal 1 Mei 2026.
Dalam laporannya, Ahmad mengaku dijanjikan proyek pengadaan mobil dinas di lingkungan Sekretariat DPRD OKU pada tahun 2025. Korban kemudian menyerahkan empat unit Mitsubishi Xpander kepada Feri sebagai bagian dari kerja sama tersebut.
Namun, alih-alih memperoleh keuntungan dari uang sewa sebagaimana dijanjikan, kendaraan tersebut justru tidak kunjung dikembalikan. Total kerugian ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.
Bukti Visual Viral
Meski pihak Polda Sumatera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum terlapor, sejumlah foto dan video pemeriksaan telah beredar luas di berbagai grup percakapan.
Dalam dokumentasi yang viral, Feri terlihat berada di meja piket Ditreskrimum Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan awal. Dalam rekaman percakapan yang ikut tersebar, terdengar suara yang diduga dirinya mengakui adanya kewajiban pembayaran hingga ratusan juta rupiah terkait penyelesaian unit mobil yang dirental.
Rekam Jejak Lama Kembali Disorot
Feri Iswan, yang dikenal dengan sapaan “Brader”, bukan sosok baru dalam pusaran isu miring di OKU. Sebelum menjabat Kabag SDA, ia pernah menempati sejumlah posisi strategis, di antaranya Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Kabag Prokopim Setda OKU.
Namun di balik karier birokrasi tersebut, namanya juga sempat dikaitkan dengan berbagai persoalan, mulai dari isu tunggakan pembayaran publikasi media tahun anggaran 2020–2021, dugaan pemalsuan tanda tangan pinjaman di salah satu BPR di Baturaja, hingga persoalan utang piutang pribadi.
Polisi Lakukan Pendalaman
Hingga kini, penyidik Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi guna mengungkap duduk perkara sebenarnya. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya korban lain serta jumlah kendaraan yang diduga ikut digelapkan dalam kasus tersebut.
(KAVARI)






