Sarolangun, Jambi – Kasus ilegal drilling di wilayah 33/51 Mandi Angin, Kabupaten Sarolangun, kembali memantik perhatian publik. Persoalan ini menyeret nama sejumlah pihak, termasuk keluarga yang saling berselisih mengenai kepemilikan sumur minyak ilegal.
Dalam pernyataannya, Iwan Jenang Macho menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan-rekan yang hadir memenuhi undangannya. Ia menegaskan bahwa masalah yang dihadapi bukan sekadar persoalan sumur, melainkan penangkapan adiknya, Jaya.
“Saya mohon, tolong bantu sampai habis ke penghujung dan dampingi ponaan saya Rinton ini. Masalah ini karena adik saya Jaya tertangkap, dan saya ingin keadilan ditegakkan,” ujar Iwan Jenang Macho.
Sementara itu, Rinto menambahkan bahwa konflik yang terjadi bukan hanya soal hak kepemilikan, melainkan perebutan lahan yang dilakukan oleh pihak keluarga sendiri. Ia mengaku merasa terasingkan dan kehilangan hak yang sejak awal dirintis bersama.
“Padahal aku di situ dari awal, semua orang tahu. Sekarang hak itu diambil, diakui, dan diklaim oleh mereka. Bahkan adik saya Jaya ditangkap, padahal dia tidak tahu apa-apa. Ini jelas konspirasi untuk menggeser saya dari lokasi,” ungkap Rinto dengan nada emosional.
Rinto juga menyoroti bahwa penangkapan Jaya tidak berkaitan langsung dengan aktivitas sumur ilegal, melainkan adanya dugaan rekayasa dari kelompok tertentu. Ia menyebut nama-nama seperti Roy dan Riko yang diduga menjadi bagian dari kelompok yang menguasai sumur ilegal di lokasi tersebut.
Harapan Rinto kepada aparat penegak hukum jelas: agar keadilan ditegakkan secara menyeluruh.
“Kalau memang sumur itu ilegal, tangkap juga yang mengaku-ngaku punya lahan. Jangan hanya adik saya yang ditangkap. Saya sudah coba selesaikan secara kekeluargaan, tapi hasilnya tidak berubah,” tegasnya.
Kasus ini memperlihatkan betapa kompleksnya persoalan ilegal drilling di Sarolangun, yang tidak hanya menyangkut hukum, tetapi juga konflik internal keluarga. Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang disebutkan dalam pernyataan tersebut.(Red)**







