BUNGO – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) metode lubang jarum di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang kembali menuai sorotan. Meski isu tersebut telah berulang kali mencuat ke publik, aktivitas yang diduga terkait dengan seorang yang dikenal dengan nama Bagong disebut masih berlangsung di sejumlah titik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari sejumlah sumber di lapangan, lokasi PETI yang diduga berkaitan dengan Bagong masih memperlihatkan aktivitas operasional. Keberadaan pondok pekerja, jalur keluar masuk, serta aktivitas para penambang disebut masih terlihat di kawasan tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Pasalnya, aktivitas yang diduga berlangsung secara terbuka itu dinilai sulit luput dari perhatian berbagai pihak. Sejumlah warga mengaku heran mengapa aktivitas yang menjadi perbincangan umum tersebut hingga kini masih terus disebut beroperasi.
“Kalau memang tidak ada aktivitas, kenapa informasi dan temuan di lapangan masih terus bermunculan?” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Masyarakat menilai aparat penegak hukum perlu segera memberikan kejelasan agar tidak muncul berbagai spekulasi yang berkembang di tengah publik. Sebab, semakin lama dugaan aktivitas tersebut berlangsung tanpa penjelasan resmi, semakin besar pula pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.
Sorotan publik kini tidak hanya tertuju pada aktivitas penambangan itu sendiri, tetapi juga kepada pihak-pihak yang namanya kerap disebut dalam berbagai informasi yang beredar. Karena itu, masyarakat berharap seluruh dugaan yang berkembang dapat ditelusuri secara profesional, transparan, dan berdasarkan fakta hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.(Tim)






