MERANGIN – Polemik penghadangan mobil yang diduga membawa solar di kawasan Simpang Seling, Kabupaten Merangin, Jambi, semakin menyisakan tanda tanya.

 

Upaya konfirmasi kepada pihak yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan muatan solar tersebut telah dilakukan. Pesan disampaikan secara langsung dengan meminta penjelasan apakah yang bersangkutan mengetahui atau memiliki hubungan dengan kendaraan maupun muatan solar yang dihadang warga.

 

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons atau tanggapan dari pihak yang dikonfirmasi.

 

Sikap diam tersebut tentu tidak dapat dianggap sebagai pengakuan. Namun di tengah munculnya sejumlah keterangan di lapangan yang disebut mengarah kepada nama berinisial AM, publik membutuhkan jawaban yang bersumber dari pemeriksaan resmi, bukan sekadar informasi yang berkembang dari mulut ke mulut.

 

Di sinilah aparat penegak hukum dituntut untuk tidak tinggal diam.

 

Jika mobil dan muatan solar tersebut memang telah diamankan atau diperiksa, publik berhak mengetahui: dari mana solar itu berasal, siapa pemiliknya, siapa yang mengirim, siapa penerimanya, dan ke mana tujuan akhirnya.

 

Lebih jauh, apabila ditemukan indikasi bahwa BBM tersebut diperuntukkan bagi aktivitas PETI, aparat diharapkan tidak hanya memeriksa sopir sebagai pihak yang berada di lapangan.

 

Telusuri siapa yang berada di balik pengiriman tersebut.

 

Apalagi jika dalam proses pemeriksaan muncul nama pihak tertentu yang disebut dalam beberapa keterangan. Nama tersebut tentu harus diverifikasi secara profesional—bukan langsung dianggap bersalah, tetapi juga jangan diabaikan begitu saja tanpa pemeriksaan.

 

Jika benar tidak memiliki keterkaitan, maka pemeriksaan resmi justru dapat menjadi jalan untuk membersihkan nama pihak yang disebut.

 

Sebaliknya, jika ditemukan bukti keterlibatan, maka proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu.

 

Publik tidak membutuhkan isu yang dibiarkan menggantung. Publik membutuhkan kepastian.

 

Karena itu, aparat diminta membuka secara terang hasil pemeriksaan terhadap kendaraan, muatan solar, sopir, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan distribusi BBM tersebut.

 

Pertanyaan besarnya kini berada di tangan aparat:

 

Benarkah solar tersebut berkaitan dengan aktivitas PETI? Siapa pemilik sebenarnya? Siapa yang memerintahkan pengiriman? Dan apakah nama yang disebut dalam keterangan lapangan memiliki keterkaitan atau justru tidak sama sekali?

 

Jawabannya hanya bisa diperoleh melalui penyelidikan yang serius, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Redaksi masih membuka ruang klarifikasi bagi pihak yang disebut, termasuk AM, untuk memberikan penjelasan. Setiap klarifikasi akan menjadi bagian penting dalam menjaga keberimbangan pemberitaan.(Tim)

Bagikan