Bungo – Harapan untuk memiliki rumah yang lebih layak dan nyaman perlahan mulai terwujud bagi salah satu warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Muko Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0416/Bungo Tebo, rumah yang sebelumnya dalam kondisi tidak layak huni kini terus dibenahi secara bertahap.

 

Sabtu (18/07/2026), personel Satgas TMMD kembali menunjukkan semangat dan kerja kerasnya dengan melanjutkan pengerjaan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kali ini, Satgas memasuki tahapan pemasangan rangka kuda-kuda dan balok nok atap sebagai persiapan sebelum dilakukan pemasangan penutup atap.

 

Tahapan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses rehabilitasi. Dengan terpasangnya rangka atap, rumah warga tersebut semakin mendekati bentuk bangunan yang layak dan siap untuk diselesaikan.

 

Koordinator RTLH TMMD Ke-129, Kapten Arh Zuriadi, mengatakan pihaknya terus berupaya mempercepat proses pengerjaan tanpa mengesampingkan kualitas dan kekuatan bangunan.

 

“Pemasangan rangka kuda-kuda dan balok nok merupakan tahapan yang sangat penting. Kami terus berupaya mengoptimalkan pekerjaan agar pembangunan berjalan sesuai target, namun tetap mengutamakan kualitas. Harapan kami, rumah ini segera selesai dan dapat ditempati oleh pemiliknya dengan aman dan nyaman,” ujar Kapten Zuriadi.

 

Ia menegaskan, proses pengerjaan RTLH dilakukan secara maksimal oleh personel Satgas dengan dukungan masyarakat setempat. Semangat gotong royong menjadi kekuatan yang membuat setiap tahapan pembangunan dapat dikerjakan bersama-sama.

 

Bagi Satgas TMMD, setiap bagian rumah yang berhasil dibangun bukan sekadar sebuah capaian fisik. Di baliknya terdapat harapan agar keluarga penerima manfaat dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, memiliki tempat tinggal yang aman, serta merasakan kenyamanan bersama keluarga tercinta.

 

Melalui program TMMD Ke-129, TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat terus berupaya menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Dari tangan-tangan yang bekerja bersama, sebuah rumah perlahan berubah menjadi tempat yang lebih layak untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga.(Dyan)

Bagikan