Batanghari, SIGAP91NEWS.COM – Sebuah unggahan di salah satu grup Facebook lokal tiba-tiba memantik kemarahan publik. Postingan yang menyinggung soal pinjaman bank program Mekar dan menuding seorang ibu rumah tangga, Ummatul Aulia (27), diduga menunggak iuran, mendadak viral dan menjadi perbincangan panas di dunia maya.

Tulisan di grup tersebut menyebutkan:
“Mnjam nmo org untk minjam mekar tpi dk di byr e laju org mekar nagih ke yg pnyo namo. Ih bnyk org tertipu dbuat nyo min. Kini t crto e kabur ke kiles min ikut laki e. Tlong min.”

Unggahan bernada tudingan tersebut langsung menyebar cepat, dan tanpa verifikasi, menyeret nama baik keluarga Mutasor, ayah dari Ummatul Aulia.

Tak terima dengan penyebaran informasi sepihak itu, pihak keluarga pun angkat bicara dengan nada kecewa dan tegas.

Ditemui media ini, Azmi, ibu dari Ummatul Aulia, di Desa Pematang Gadung, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, pada Selasa (12/11/2025) menyampaikan perasaannya yang campur aduk antara marah dan sedih.

“Saya sangat kecewa dengan orang yang tidak bertanggung jawab itu. Anak saya difitnah di media sosial tanpa konfirmasi, tanpa datang ke rumah. Ini sudah mencemarkan nama baik keluarga kami. Kami merasa sangat dipermalukan,” tegas Azmi dengan mata berkaca-kaca.

Hal senada disampaikan oleh perwakilan keluarga besar, Dedi R., yang menyebut tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran etika, tapi juga bisa masuk ranah hukum.

“Assalamualaikum, kami sekeluarga sangat kecewa dan terpukul. Tanpa ada rundingan atau konfirmasi, nama keluarga kami langsung disebarkan di media sosial. Ini jelas mencemarkan nama baik dan membuat kami malu di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keluarga besar Mutasor bersama pihak terkait tengah menyiapkan langkah hukum untuk membawa kasus ini ke ranah kepolisian.

“Kami sudah berunding. Dalam waktu dekat, kasus ini akan kami laporkan agar pelaku penyebaran informasi yang merugikan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku,” tegas Dedi.

Keluarga berharap masyarakat lebih bijak bermedia sosial dan tidak mudah mempercayai unggahan yang belum jelas kebenarannya. Sebab satu postingan tanpa dasar dapat menghancurkan nama baik seseorang dan menimbulkan luka sosial yang mendalam.

Redaksi mencatat, hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga Mutasor masih menunggu itikad baik dari pemilik akun yang mempublikasikan tudingan tersebut di grup Facebook, sebelum laporan resmi diserahkan ke pihak kepolisian.

(TIM SIGAP91NEWS.COM)

Bagikan