OKU — Di tengah riuhnya keraguan, cibiran, serta upaya merendahkan yang datang dari berbagai arah, saya, KAVARI, selaku Kabiro OKU Perwakilan Media Sigap 91 News Com, ingin menyampaikan sebuah pernyataan sebagai bentuk keteguhan hati sekaligus pengingat tentang arti keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan kepada Allah SWT.
Berikut pernyataannya:
«“Insyaallah, dengan izin Allah, roda kehidupan akan terus berputar. Biarlah saat ini kita dipandang sebelah mata. Tugas kita bukan membalas kata-kata, bukan pula membalas kesombongan dengan mulut. Tugas kita adalah terus berproses dalam diam, bekerja dengan tulus, dan membiarkan keberhasilan menjadi nyata dengan sendirinya.»
«Penghinaan dan berbagai upaya untuk merendahkan yang terjadi saat ini justru kita jadikan sebagai bahan bakar untuk menambah semangat, bukan alasan untuk berhenti di tengah perjalanan dan kerisauan hidup. Sebab, setiap perjuangan pasti memiliki proses, dan setiap proses pasti membutuhkan kesabaran.»
«Tahun ini mungkin kita direndahkan, tetapi insyaallah tahun depan kita ditinggikan. Tidak perlu membalas kesombongan mereka dengan kata-kata. Mari kita tunjukkan kualitas diri melalui karya dan perjuangan kita sendiri, tanpa meminta bantuan siapapun. Berkarya melalui pelayanan, berkarya melalui kebenaran yang selalu kita usahakan, meskipun harus melewati berbagai rintangan dan cobaan.»
«Semua rintangan dan cobaan yang datang tidak akan membuat kita lemah ataupun patah semangat. Justru dari situlah kita belajar untuk menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih yakin bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia. Sebelum apa yang kita perjuangkan tercapai dan kita raih, tentu ada proses panjang yang harus kita lalui.»
«Saya juga ingin mengingatkan bahwa penilaian manusia itu terbatas dan bisa saja keliru. Namun, ketetapan Allah SWT sempurna dan pasti datang pada waktunya.»
«Ketika manusia merendahkanmu, ingatlah bahwa takdirmu ada di tangan Allah, bukan di mulut orang-orang yang sombong. Biarkan waktu membuktikan siapa yang benar-benar berproses dan siapa yang hanya mampu mencela tanpa hasil nyata. Karena pada akhirnya, waktu akan menjawab semuanya.»
«Sikap terbaik dalam menghadapi kesombongan dan gibah bukanlah perdebatan yang hanya menghabiskan tenaga. Sikap terbaik adalah menjaga ketenangan hati, bersungguh-sungguh memperbaiki diri, dan tetap melangkah meskipun banyak rintangan menghadang.»
«Biarkan mereka merasa hebat dengan apa yang mereka miliki hari ini. Kita cukup fokus memperbaiki diri, terus bekerja, terus berkarya, dan mengetuk pintu langit dengan doa. Percayalah, rencana Allah jauh lebih besar bagi orang-orang yang telah menghina, merendahkan, bahkan bersikap sombong kepada kita.»
«Yang terpenting, kita tetap teguh pada prinsip dan tujuan untuk selalu berada di jalan yang benar. Tidak perlu membalas semuanya dengan perkataan. Cukup buktikan melalui sikap, karya, perjuangan, dan hasil yang nyata.»
«Sikap terbaik menghadapi orang sombong adalah dengan tetap melangkah. Biarkan Allah yang mengetuk hati mereka melalui kesuksesan yang akan kita raih nanti—bukan karena kehendak kita semata, tetapi karena izin-Nya.»
«Demikian pernyataan ini saya sampaikan sebagai bentuk sikap dan keteguhan hati, sekaligus pengingat bagi diri saya sendiri bahwa kesabaran, keikhlasan, kerja keras, dan doa tidak akan pernah sia-sia di sisi Allah SWT.»
KAVARI






