Bungo– Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi tak jauh dari lingkungan SMA Negeri 8 Bungo, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, memicu kemarahan besar dari dunia pendidikan. Merasa proses belajar mengajar terganggu, pihak sekolah bersama siswa dan guru akhirnya turun langsung ke lokasi tambang ilegal tersebut.

Dipimpin Kepala Sekolah Khoirul Hadi, aksi itu menjadi bentuk protes keras terhadap aktivitas PETI yang dinilai merusak ketenangan lingkungan sekolah. Dalam aksi tersebut, para siswa dan majelis guru membawa spanduk bertuliskan:

“Kami Butuh Ketenangan, Selamatkan Sekolah Kami!!”Menolak Keras PETI di Lingkungan SMA 8 Bungo!”

 

Keberadaan PETI di sekitar sekolah disebut telah menimbulkan keresahan dan mengganggu konsentrasi belajar siswa. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman untuk menimba ilmu, kini justru dibayangi aktivitas ilegal.

Situasi ini membuat sorotan tajam mengarah kepada aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Masyarakat mempertanyakan, ke mana aparat dan pemerintah daerah saat dunia pendidikan diganggu aktivitas ilegal?

Warga menilai persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sepele. Jika guru dan siswa sudah turun langsung ke lapangan menyuarakan penolakan, itu menandakan kondisi sudah sangat meresahkan.

Masyarakat berharap aparat dan pemerintah daerah segera bertindak tegas menertibkan PETI di sekitar sekolah, demi menjaga ketenangan belajar serta menyelamatkan masa depan generasi muda di Kabupaten Bungo.(Dyan)

Bagikan