BATURAJA, MEDIA SIGAP 91 NEWS COM – Suasana Minggu pagi di Desa Bumi Kawa, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang biasanya tenang, mendadak gempar. Sesosok tubuh laki-laki ditemukan tergeletak tak bernyawa dalam kondisi bersimbah darah di pinggir jalan desa setempat pada 31 Mei 2026. Korban kemudian teridentifikasi sebagai Rahan Randi bin Ruslan Abdul Gani (31), seorang petani yang merupakan warga Dusun IV, Desa Bumi Kawa. Saat ditemukan, korban mengalami luka robek serius di bagian leher yang diduga kuat menjadi penyebab utama kematiannya.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh warga yang tengah melintas di lokasi kejadian sekitar pukul 04.30 WIB. Di tengah remang fajar, saksi mata terkejut melihat sesosok tubuh terkapar di pinggir jalan. Setelah didekati, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka parah di leher. Sadar akan situasi yang genting, warga langsung melaporkan temuan tersebut ke Mapolsek Lengkiti guna penanganan lebih lanjut.
Mendapat laporan dari masyarakat, Kapolsek Lengkiti bersama personel Pamapta dan tim gabungan langsung bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Guna menjaga sterilisasi area dan melindungi barang bukti agar tidak rusak, petugas segera memasang garis polisi. Proses olah TKP pun dilakukan secara intensif oleh Tim INAFIS Satreskrim Polres OKU demi mengumpulkan petunjuk fisik yang krusial. Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu helai handuk berwarna pink, sepasang sandal berwarna putih bergaris pink, baju kaos berwarna pink, serta celana berwarna biru kehitaman.
Bergerak simultan, Tim Resmob bersama Unit Reskrim Polsek Lengkiti langsung mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang mengetahui kejadian maupun aktivitas korban sebelum meninggal dunia. Untuk keperluan pemeriksaan medis dan memastikan penyebab ilmiah kematian korban, jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja guna menjalani proses Visum et Repertum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dan terus melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap motif serta penyebab pasti di balik kejadian ini. Pihak berwenang mengimbau agar masyarakat tetap tenang, menjaga kondusivitas, serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya secara hukum.
Sumber: Humas Polres OKU
Reporter: KAVARI







