BUNGO – Polemik pelayanan kesehatan di Pustu Sei Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, kian memanas. Setelah beredarnya surat pernyataan warga yang berisi berbagai keluhan, Datuk Rio Sungai Mengkuang membenarkan adanya keresahan yang terjadi di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, sejumlah persoalan yang disampaikan warga memang telah lama menjadi perbincangan. Mulai dari pelayanan yang dinilai kurang maksimal, hingga dugaan pungutan biaya yang dianggap memberatkan masyarakat.

 

Situasi semakin berkembang setelah muncul dugaan adanya “bekingan kuat” di balik oknum tenaga kesehatan yang dipersoalkan. Sejumlah warga menyebut, oknum tersebut diduga memiliki kedekatan dengan pihak-pihak berpengaruh di Kabupaten Bungo, bahkan nama beberapa oknum yang disebut-sebut berasal dari kalangan legislatif turut terseret dalam isu ini.

 

Tak hanya itu, warga juga mengaku oknum tersebut kerap menyampaikan bahwa dirinya memiliki posisi yang kuat dan sulit dipindahkan dari wilayah tersebut.

 

Hal ini menimbulkan persepsi di tengah masyarakat bahwa persoalan yang terjadi seolah sulit disentuh oleh kebijakan.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut-sebut, baik dari unsur legislatif maupun instansi terkait lainnya.

 

Kondisi ini pun memunculkan tanda tanya besar di tengah publik: apakah benar ada intervensi kekuasaan dalam pelayanan kesehatan di tingkat desa, ataukah ini murni akumulasi keresahan warga yang belum tertangani secara maksimal?

 

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bungo dan Dinas Kesehatan segera mengambil langkah tegas, transparan, dan profesional guna menyelesaikan persoalan ini. Mereka menegaskan, yang diinginkan bukanlah konflik berkepanjangan, melainkan pelayanan kesehatan yang layak, adil, dan berpihak kepada masyarakat.

 

“Yang kami harapkan sederhana, kami hanya ingin dilayani dengan baik,” ujar salah satu perwakilan warga.

 

Kini, sorotan publik tertuju pada langkah pemerintah daerah. Akankah polemik ini segera dituntaskan, atau justru terus bergulir tanpa kejelasan?(Dyan)

Bagikan