BUNGO – Dugaan pengolahan ulang roti tidak layak konsumsi di CV Bungo Jaya Pangan ditindaklanjuti dengan inspeksi mendadak (sidak) oleh tim pengawas Dinas Kesehatan. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah catatan penting terkait standar higiene produksi hingga pengelolaan limbah.

Saat sidak berlangsung, pekerja di ruang produksi kedapatan mencetak roti tanpa menggunakan sarung tangan.

Apt. Novriyanti, S.Farm, selaku Pengawas Farmasi dan Makanan sekaligus Penyidik Kesehatan, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak sesuai prinsip higiene sanitasi pangan dan berpotensi menimbulkan risiko kontaminasi.

“Penggunaan sarung tangan dalam proses produksi pangan merupakan bagian dari standar higiene. Tanpa itu, potensi cemaran mikroba dari tangan ke produk sangat terbuka,” ujarnya.

Selain aspek higiene pekerja, Tim Kefarmasian melalui Ketua Tim (Katim) juga menyoroti sistem pembuangan limbah produksi.

Petugas meminta agar tempat pembuangan limbah dibuat lebih baik guna mencegah limbah roti berpotensi mencemari lingkungan, khususnya air tanah di sekitar lokasi produksi.

Tak hanya itu, tim juga merekomendasikan agar dilakukan pemeriksaan ulang terhadap air yang digunakan dalam proses pengolahan pangan. Pemeriksaan tersebut diminta menggunakan standar uji kualitas air minum, bukan sekadar standar air bersih sebagaimana yang selama ini diterapkan perusahaan.

Kepala Bidang SDK, Yusrizal, S.Sos, menyampaikan bahwa seluruh temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan pembinaan lebih lanjut agar proses produksi berjalan sesuai ketentuan keamanan pangan dan perlindungan lingkungan.

Pengawasan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan rekomendasi perbaikan dijalankan secara konsisten.(Dian)

Bagikan