Jakarta, Sigap91News.com — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa yang dinilai berjasa besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Upacara penganugerahan tersebut berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025, kesepuluh tokoh yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional yakni K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Jawa Timur), Jenderal Besar H.M. Soeharto (Jawa Tengah), Marsinah (Jawa Timur), Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat), Hj. Rahmah El Yunusiyyah (Sumatera Barat), Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Jawa Tengah), Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat), Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur), Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara), dan Zainal Abidin Syah (Maluku Utara).

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa penganugerahan gelar ini merupakan bentuk penghormatan negara kepada para tokoh yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi kemerdekaan, pembangunan, dan persatuan bangsa. Ia juga menegaskan, semangat perjuangan para pahlawan tersebut harus menjadi teladan dan inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Mereka telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi masa depan bangsa. Kita wajib melanjutkan perjuangan mereka dengan kerja nyata,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya di Istana Negara, sebagaimana dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI (setkab.go.id).

Penetapan nama mantan Presiden ke-2 Republik Indonesia Jenderal Besar H.M. Soeharto dan Presiden ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional menjadi sorotan publik. Kedua tokoh tersebut memiliki peran penting dalam sejarah politik Indonesia.

Soeharto dikenal sebagai pemimpin Orde Baru yang membawa pembangunan ekonomi besar-besaran, sedangkan Gus Dur dihormati sebagai tokoh pluralisme, demokrasi, dan pembela hak-hak kemanusiaan.

Selain keduanya, nama Marsinah—aktivis buruh yang tewas dalam perjuangannya menuntut keadilan pada era 1990-an—juga masuk dalam daftar penerima gelar tahun ini. Keputusan pemerintah tersebut dianggap mewakili keberagaman kontribusi pahlawan dari berbagai bidang, mulai dari kepemimpinan nasional, pendidikan, hingga perjuangan sosial.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) serta Menteri Sosial turut hadir mendampingi Presiden dalam upacara tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Sosial yang dilansir Antara News, proses penetapan gelar Pahlawan Nasional dilakukan secara berjenjang mulai dari pemerintah daerah, tim peneliti dan pengkaji gelar tingkat nasional, hingga akhirnya ditetapkan melalui Keputusan Presiden.

Pemerintah berharap penganugerahan ini dapat menumbuhkan semangat patriotisme di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, agar terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa dengan meneladani nilai perjuangan para pahlawan.

Dengan demikian, peringatan Hari Pahlawan tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkokoh semangat persatuan dan menegaskan kembali komitmen nasional terhadap nilai-nilai pengorbanan, integritas, dan semangat membangun negeri yang diwariskan oleh para pejuang bangsa.

Reporter: Tim Redaksi Sigap91News
Editor: Rudi S.
Sumber: AntaraNews, Setkab.go.id, Okezone News, Sekretariat Presiden

Bagikan