BUNGO – Seminggu menjelang bulan suci Ramadhan, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Bungo kian meresahkan. Antrean panjang mengular di sejumlah pangkalan, sementara stok disebut tak lagi mampu memenuhi kebutuhan warga.
Situasi ini memicu keresahan masyarakat. Di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga jelang Ramadhan, warga justru harus berjibaku mengantre berjam-jam demi mendapatkan gas bersubsidi.
“Kami minta pemerintah daerah segera turun tangan. Mau masuk Ramadhan, kebutuhan memasak pasti meningkat. Kalau gas susah begini, kami harus bagaimana?” keluh salah seorang warga.
Tak sedikit warga yang pulang tanpa membawa tabung gas. Bahkan, di salah satu pangkalan, seorang warga dilaporkan menangis karena tak kebagian setelah lama mengantre.
Salah satu pemilik pangkalan mengungkapkan adanya penurunan pasokan yang cukup signifikan.
“Biasanya kami dapat 280 tabung setiap masuk. Sekarang hanya 150 tabung. Jelas tidak cukup untuk melayani warga sekitar,” ujarnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait kelancaran distribusi gas bersubsidi di Bungo, terutama menjelang momentum penting seperti Ramadhan.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar kelangkaan tidak terus berlarut dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab berkurangnya distribusi gas elpiji 3 kilogram tersebut.(Dian)







