
Jambi, 26 Januari 2026 — Di bawah langit cerah Kota Jambi, langkah-langkah penuh semangat dari siswa-siswi Fase E1 SMA Negeri 1 Batang Hari menapaki halaman Museum Siginjai. Hari ini bukan hari biasa. Ini adalah momen istimewa—sebuah perjalanan belajar yang keluar dari batas tembok kelas, menuju ruang sejarah yang hidup dan menginspirasi.
Kegiatan outing class ini bukan sekadar kunjungan wisata edukatif. Ia adalah bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menyentuh hati dan membekas dalam ingatan. Dengan didampingi oleh wali kelas masing-masing, para siswa diajak menyelami jejak panjang peradaban Jambi—dari artefak prasejarah hingga peninggalan kerajaan Melayu dan perjuangan kemerdekaan.
“Saya sangat senang bisa ikut outing class ini. Belajar langsung di museum membuat saya lebih paham tentang sejarah Jambi. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan,” ungkap Rian Alpiansyah, siswa kelas E1, dengan mata berbinar.
Sejak pagi, suasana penuh antusiasme menyelimuti rombongan. Para siswa tidak hanya melihat, tetapi juga berdiskusi, mencatat, dan bertanya. Mereka menyentuh langsung bukti-bukti sejarah yang selama ini hanya mereka kenal lewat buku. Di sinilah pembelajaran menjadi nyata—hidup, menyala, dan menyentuh rasa ingin tahu.
Pihak sekolah sebelumnya telah mengimbau orang tua untuk memastikan kondisi kesehatan siswa. Bagi yang memiliki riwayat medis, diwajibkan membawa obat-obatan pribadi. Sekolah juga membuka ruang izin bagi siswa yang tidak memungkinkan untuk ikut serta, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan.
Kepala sekolah dan jajaran guru menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh orang tua atas kepercayaan dan doa yang telah mengiringi kegiatan ini. Mereka berharap outing class ini menjadi pengalaman berharga yang memperkuat karakter, memperluas wawasan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah serta budaya bangsa.
Outing class bukan sekadar perjalanan. Ia adalah jendela masa depan—tempat di mana siswa belajar menjadi warga yang mencintai tanah air, memahami akar budayanya, dan siap melangkah lebih jauh dengan bekal nilai-nilai luhur.(Redaksi)**







