Bungo – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram atau yang dikenal dengan sebutan gas melon hingga kini masih menjadi polemik di tengah masyarakat Kabupaten Bungo. Selain sulit didapat, harga gas bersubsidi tersebut juga dilaporkan mengalami kenaikan signifikan di tingkat pengecer.
Di sejumlah wilayah, harga LPG 3 kg bahkan mencapai Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung, jauh di atas harga eceran yang seharusnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Bungo, Zamroni, mengatakan bahwa pengawasan distribusi gas LPG tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan peran aktif pemerintah di tingkat dusun hingga aparat keamanan wilayah.
Menurutnya, peran Datuk Rio, Camat, serta aparat seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangat penting dalam mengawasi peredaran gas LPG di wilayah masing-masing.
“Peran pemerintah dusun seperti Datuk Rio, kemudian Camat, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangat berpengaruh dalam melakukan pengawasan distribusi gas LPG di daerah masing-masing,” ujar Zamroni.
Ia menjelaskan bahwa keluar masuknya tabung gas LPG di suatu wilayah perlu diawasi secara ketat oleh pemerintah setempat agar tidak terjadi penyelewengan distribusi yang dapat memicu kelangkaan.
Menurutnya, pengawasan dari kepala dusun sangat diperlukan karena mereka yang paling memahami kondisi distribusi di wilayahnya.
Sementara itu, pihak dinas terkait, kata Zamroni, telah berupaya mengatasi persoalan tersebut dengan berbagai langkah, salah satunya melalui pelaksanaan operasi pasar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bungo.
“Kami dari dinas sudah berupaya memaksimalkan operasi pasar di setiap kecamatan. Sekarang juga diperlukan peran pemerintah setempat seperti Datuk Rio dan Camat untuk ikut melakukan pengawasan,” jelasnya.
Pemerintah daerah berharap dengan adanya sinergi antara pemerintah dusun, kecamatan, aparat keamanan, serta dinas terkait, distribusi gas LPG bersubsidi dapat berjalan lebih tertib sehingga kelangkaan yang dikeluhkan masyarakat dapat segera teratasi.(Dian)







