Muara Bulian — Aroma kontestasi Pilkada Batang Hari 2030 mulai tercium, dan satu nama yang kini ramai diperbincangkan di ruang-ruang politik lokal adalah Ir. Erpan, M.E., Ketua DPC PKB Batang Hari. Sosoknya yang tenang namun progresif, mulai digadang-gadang sebagai figur alternatif yang mampu memecah dominasi lama dan membawa warna baru dalam kepemimpinan daerah.
🔍 Figur Teknis, Religius, dan Visioner
Ir. Erpan bukan sekadar politisi. Ia adalah insinyur dengan gelar Magister Ekonomi yang telah lama malang melintang di dunia organisasi dan politik. Di bawah kepemimpinannya, DPC PKB Batang Hari mengalami revitalisasi signifikan—lebih aktif, lebih terbuka, dan lebih menyentuh akar rumput.
– Kedekatan dengan Ulama dan Tokoh Adat: Erpan dikenal sebagai jembatan antara aspirasi umat dan kebijakan publik.
– Narasi Ekonomi Kerakyatan: Dengan latar belakang akademik yang kuat, ia mendorong program-program berbasis pemberdayaan ekonomi desa dan UMKM.
– Gaya Kepemimpinan Kolaboratif: Ia membangun partai sebagai rumah besar, bukan menara gading.
🗺️ PKB dan Strategi 2030: Dari Pendukung Menjadi Pengusung
Selama ini, PKB Batang Hari kerap menjadi mitra koalisi. Namun, dengan menguatnya nama Ir. Erpan, arah angin tampaknya mulai berubah. Ada sinyal kuat bahwa PKB siap tampil sebagai pengusung utama, bukan sekadar pelengkap.
– Konsolidasi Internal: Mesin partai mulai dipanaskan hingga ke tingkat ranting.
– Manuver Politik: Komunikasi lintas partai dan tokoh masyarakat mulai dijalin secara intensif.
– Narasi Perubahan: PKB membawa semangat “politik hijau” yang inklusif, religius, dan progresif.
📊 Elektabilitas vs Popularitas: Tantangan Menuju Panggung Utama
Meski belum secara resmi mendeklarasikan diri, nama Ir. Erpan sudah masuk dalam radar survei internal beberapa lembaga. Namun, jalan menuju pencalonan bukan tanpa tantangan:
– Persaingan Figur Senior: Beberapa tokoh lama diprediksi akan kembali bertarung.
– Perluas Basis Pemilih Muda: Generasi Z dan milenial menjadi medan tempur baru yang harus dikuasai.
– Narasi yang Menyentuh: Dibutuhkan storytelling politik yang kuat untuk mengangkat elektabilitas.
🧭 Menuju 2030: Momentum atau Ujian?
Jika benar maju, Pilkada 2030 akan menjadi ujian besar bagi Ir. Erpan dan PKB. Namun, ini juga bisa menjadi momentum emas untuk membuktikan bahwa politik bisa dijalankan dengan nilai, visi, dan keberpihakan yang nyata.
“Kami sedang mendengar suara rakyat. Jika diminta, kami siap,” ujar salah satu kader PKB saat ditanya soal peluang pencalonan Ir. Erpan.
✍️ Penutup: Politik Bukan Sekadar Perebutan Kekuasaan
Pilkada Batang Hari 2030 bukan hanya soal siapa yang menang, tapi tentang siapa yang mampu membawa harapan baru. Ir. Erpan, M.E. mungkin belum resmi melangkah, tapi desas-desus yang beredar adalah sinyal bahwa masyarakat menginginkan alternatif. Dan dalam politik, desas-desus seringkali adalah awal dari gelombang besar.







