Bungo– Kelangkaan gas elpiji kembali menjadi keluhan utama masyarakat di Kabupaten Bungo, khususnya para ibu rumah tangga. Memasuki awal tahun 2026, gas elpiji yang menjadi kebutuhan pokok untuk memasak semakin sulit didapatkan di berbagai wilayah
Keluhan tersebut hampir merata dirasakan di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bungo.
Sejumlah warga mengaku harus berkeliling dari satu toko ke toko lain untuk mendapatkan gas elpiji, namun kerap pulang dengan tangan kosong Selain sulit didapatkan, harga gas elpiji di tingkat pengecer juga dilaporkan mengalami kenaikan di atas harga normal.
Kondisi ini semakin memberatkan masyarakat, terutama bagi keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah.Masyarakat menduga kelangkaan gas elpiji ini dipicu oleh adanya permainan dari oknum agen atau pihak tertentu dalam pendistribusian gas. Dugaan tersebut mencuat karena pasokan dinilai tidak merata dan tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Para ibu rumah tangga berharap Pemerintah Kabupaten Bungo melalui instansi terkait dapat segera turun tangan untuk mengatasi persoalan ini. Mereka meminta pengawasan distribusi diperketat serta harga gas elpiji di tingkat pengecer dapat kembali stabil.
Harapan kami, pemerintah cepat bertindak agar gas elpiji mudah didapat dan harganya kembali normal,” ungkap salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menantikan langkah konkret dari pihak terkait untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji yang terjadi di Kabupaten Bungo.(*)







