MUARA BULIAN – Gemerlap hiburan malam yang semestinya menjadi ajang hiburan masyarakat di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, mendadak berubah menjadi peristiwa yang menyeret sejumlah nama ke dalam pusaran penyelidikan aparat kepolisian.

Seorang warga Muara Bulian berinisial H.D. (51) resmi melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan ke Satreskrim Polres Batang Hari setelah mengaku menjadi korban kekerasan saat menghadiri acara hiburan yang berlangsung hingga dini hari, Sabtu (30/5/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, peristiwa bermula ketika korban naik ke atas panggung untuk memberikan saweran kepada pengisi acara. Namun suasana yang semula meriah berubah menjadi keributan setelah terjadi adu mulut yang kemudian berujung pada dugaan pemukulan secara bersama-sama.

Korban mengaku dipukul dan diseret turun dari atas panggung oleh beberapa orang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian pelipis kanan serta luka pada bagian lutut.

Yang menarik perhatian publik, dalam keterangannya kepada media, korban mengaku menduga salah satu pihak yang terlibat dalam insiden tersebut merupakan sosok yang selama ini disebut-sebut masyarakat berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika di wilayah setempat.

“Saya berharap polisi mengusut tuntas kasus ini. Saya juga meminta aparat mendalami seluruh pihak yang terlibat karena menurut dugaan saya ada orang-orang yang selama ini sering dikaitkan masyarakat dengan aktivitas peredaran narkoba di wilayah tersebut,” ujar H.D.

Pernyataan tersebut merupakan keterangan sepihak dari korban dan hingga saat ini belum terdapat putusan pengadilan maupun keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan pihak yang dilaporkan terbukti terlibat dalam tindak pidana narkotika.

Saat dikonfirmasi, Kanit I Pidum Satreskrim Polres Batang Hari, IPDA Rinaldo Ginting, S.H., membenarkan bahwa laporan dugaan pengeroyokan tersebut telah diterima dan saat ini sedang dalam tahap penyelidikan.

“Benar, laporan pengaduan sudah kami terima. Saat ini masih dalam proses penyelidikan. Penyidik akan memeriksa pelapor, saksi-saksi, serta mengumpulkan alat bukti guna membuat terang peristiwa yang dilaporkan,” tegas IPDA Rinaldo Ginting, S.H.

Kasus ini sontak menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Bajubang dan Kabupaten Batang Hari. Selain menyangkut dugaan tindak kekerasan, peristiwa tersebut juga memunculkan kembali harapan masyarakat agar aparat semakin intensif melakukan penindakan terhadap segala bentuk penyakit masyarakat, termasuk peredaran narkotika yang selama ini menjadi perhatian publik.

Masyarakat kini menanti langkah tegas aparat kepolisian untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden yang terjadi di tengah riuhnya hiburan malam tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, penyelidikan masih berlangsung dan belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi mengimbau masyarakat untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.(Red)**

Bagikan