Sigap91News.com || Bungo- Universitas Muara Bungo (UMB) sukses menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Strata Satu (S1) Angkatan XVII Tahun 2025. Kegiatan akademik bergengsi ini dilaksanakan di Ballroom Semagi Hotel, Selasa (23/12/2025)

Sebanyak 213 wisudawan dan wisudawati dari 11 program studi resmi dikukuhkan dan sah menyandang gelar Sarjana Strata Satu (S1), setelah melalui seluruh tahapan akademik yang ditetapkan oleh universitas.

Sidang Senat Terbuka diawali dengan prosesi masuk para anggota senat yang terdiri dari unsur pimpinan Universitas Muara Bungo, mengenakan pakaian kebesaran akademik dan dikawal oleh pasukan Resimen Mahasiswa (Menwa). Sidang kemudian secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Muara Bungo, Dr. Syafrialdi, S.Pi., M.Si.

Sejumlah tokoh penting tampak hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya pendiri dan pembina Yayasan Pendidikan Mandiri UMB Drs. H. Zulfikar Achmad yang juga Anggota DPR RI, Ketua Yayasan Andriansyah, SE, M.Si, perwakilan Gubernur Jambi Ir. Ruspudar, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo S.Pd, MM, Pejabat LLDikti Sirjon, S.Sos, Ketua DPRD Kabupaten Bungo, Kapolres Bungo yang diwakili AKBP Cahyo PL, Ketua Alumni UMB Hanif Fauzi Nur, ST, MT, ASEAN Eng, serta para undangan dan orang tua wisudawan.

Pembukaan sidang senat terbuka dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ismail Ramli, S.Sos, menambah khidmat suasana wisuda.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pendidikan Mandiri UMB H. Andriansyah, SE, M.Si menekankan pentingnya pengembangan keilmuan, khususnya Ilmu Administrasi Lingkungan. Menurutnya, disiplin ilmu tersebut merupakan bentuk komitmen kampus terhadap masa depan generasi mendatang, agar tetap dapat menikmati lingkungan yang sehat, air sungai yang jernih, udara yang bersih, serta hutan yang lestari.

Andriansyah yang akrab dipanggil Aa Andri juga mengajak Wisudawan menjaga alam provinsi Jambi khususnya kabupaten Bungo .

” Hari ini, saya akan menyampaikan orasi tentang: Pentingnya Ilmu Administrasi Lingkungan:Sekarang dan Masa Depan”, tegas aa andri

“Bak pepatah adat Jambi: ‘Alam nan seelok-elok bungo, tanah nan sekayo-kayo. Artinya: Alam adalah seindah-indahnya bunga, dan tanah adalah sekaya-kayanya pusaka. Pepatah ini mengingatkan kita bahwa Muara Bungo bukan sekadar koordinat geografi, melainkan pusaka yang dititipkan Tuhan untuk kita jaga tata kelolanya, bukan untuk kita habiskan sekehendak hati,”

Diteruskannya bahwa Selama berdekade-dekade, administrasi sering kali dianggap hanya soal surat-menyurat dan birokrasi yang kaku. Namun, Ilmu Administrasi Lingkungan hadir untuk meruntuhkan tembok itu. Ia adalah seni dan ilmu dalam mengelola interaksi antara aktivitas manusia dengan ekosistemnya.

Dimasa sekarang administrasi lingkungan bukan lagi sekedar pelengkap atau “stempel” administratif. la adalah instrumen keadilan. la memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan angka-angka diatas kertas tetapi juga menjaga denyut nadi kehidupan alam.

Andriansyah juga menyampaikan bahwa kabupaten Bungo sedang menghadapi tantangan ekologis yang nyata. Seperti :

1. Luka Tambang yang Terbuka: Kita menyaksikan lubang-lubang bekas tambang yang ditinggalkan tanpa tanggung jawab. Secara administratif, ini adalah lonceng peringatan bagi kita semua. Ilmu Administrasi Lingkungan mengajarkan bahwa Jaminan Reklamasi (Jamrek) bukan sekadar prosedur administratif, melainkan hutang moral yang harus ditagih. Banyak orang berduit, Oknum APH, Oknum Kepala Desa, janganlah hanya mengambil emas, emas dan emas kita, lalu meninggalkan “warisan” lubang kematian bagi anak cucu kita.

2. Hutan dan Dominasi Sawit: Kita tidak menampik bahwa perkebunan sawit menyumbang ekonomi daerah. Namun, ketika hutan dibabat tanpa kendali dan keseimbangan ekosistem terganggu, kita sedang melakukan “peminjaman” yang tidak akan pernah bisa kita bayar kembali. Administrasi yang lemah akan menghasilkan eksploitasi, namun administrasi yang kuat akan melahirkan Zonasi dan Penataan Ruang yang melindungi daerah aliran Sungai kita. Namun sekarang lihatlah Sungai Telang, yang mengalir ke Sungai Batang Bungo, dan saksikan sakitnya Sungai Gurun serta bagaimana kita menjaga sisa hutan kita.

Ia menegaskan bahwa Eksistensi Pemerintah Daerah Muara Bungo memegang peranan kunci. Pemerintah Daerah Kabupaten Bungo bukan sekadar pemberi izin, tetapi adalah wali dari sumber daya alam. Kepedulian Pemerintah Daerah harus diwujudkan dalam tiga pilar.

Regulasi yang Tegas: Administrasi Lingkungan menjadikan AMDAL sebagai harga mati, bukan formalitas yang bisa dinegosiasikan.

” Pengawasan Aktif: Memastikan setiap jengkal lahan yang dikelola siapapun memiliki rencana pemulihan yang jelas. Visi Masa Depan: Transformasi Pemda Bungo mengupayakan WIUP dan kemudian IPR secara baik dan benar, akan menuju Green Bureaucracy- birokrasi yang memprioritaskan kelestarian lingkungan sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan daerah” .

Diakhir sambutannya memberi pesan kepada wisudawan/i Kepada para Wisudawan Universitas Muara Bungo, Kalian adalah darah baru bagi Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun ini. Ilmu yang kalian dapatkan di kampus ini harus menjadi senjata untuk memperbaiki keadaan. Jangan menjadi sarjana yang abai. Jika kalian nanti menjadi birokrat, jadilah birokrat yang menjaga hutan. Jika kalian menjadi pengusaha, jadilah pengusaha yang memulihkan lahan. Dan jika kalian menjadi masyarakat sipil, jadilah pengawas lingkungan yang paling vokal.

Sementara itu, perwakilan LLDikti Sirjon, S.Sos menyampaikan bahwa di era kemajuan teknologi dan digitalisasi, setiap kebijakan dan tindakan harus mempertimbangkan dampak jangka panjang. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama, salah satunya melalui peningkatan daya saing dan keberlanjutan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi

Rektor Universitas Muara Bungo Dr. Syafrialdi, S.Pi., M.Si dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian para wisudawan dan wisudawati yang berhasil menyelesaikan pendidikan akademik hingga meraih gelar Sarjana.

“Wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Kami berharap kualitas dan kuantitas Universitas Muara Bungo terus terjaga. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, teruslah berkarya dan jaga nama baik almamater di mana pun berada,” ujar Rektor.

Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan XVII Universitas Muara Bungo berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat, menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk melangkah ke dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat.

(Dian)

Bagikan