Sigap91, Sumbar — Indonesia terus melangkah menuju masa depan yang lebih hijau dengan inisiatif strategis di sektor energi terbarukan. PT PLN Indonesia Power, berkolaborasi dengan investor asal Arab Saudi, akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Proyek ini menjadi simbol komitmen nasional dalam mempercepat transisi menuju energi bersih dan ramah lingkungan.
Dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp50 triliun, PLTS terapung ini direncanakan memiliki kapasitas 90 megawatt (MW), memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan listrik nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menjelaskan bahwa keberhasilan PLTS terapung Cirata di Jawa Barat menjadi model bagi pengembangan di Danau Singkarak. “Keberhasilan proyek Cirata ini menjadi inspirasi besar bagi kita untuk melanjutkan pembangunan PLTS terapung, kali ini di Danau Singkarak,” ujar Andre dalam keterangannya, Sabtu (7/12/2024).
Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyebut proyek ini sebagai bagian integral dari komitmen nasional untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan hingga 23% dalam bauran energi nasional pada 2025. Selain di Danau Singkarak, proyek serupa juga akan dibangun di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, dengan kapasitas 60 MW.
Sebelum pembangunan dimulai, pemerintah, PLN, dan Komisi VI DPR RI akan melakukan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat sekitar. Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan proyek tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi warga lokal, seperti pembukaan lapangan kerja baru dan peningkatan ekonomi wilayah.
“Pembangunan PLTS ini harus memenuhi tiga syarat utama: menguntungkan masyarakat, menjaga ekosistem Danau Singkarak, dan memberikan dampak ekonomi yang positif,” tegas Andre.
Komitmen terhadap pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama. Pemerintah memastikan bahwa pembangunan PLTS terapung ini tidak akan merusak ekosistem alami Danau Singkarak. Bahkan, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Proyek PLTS terapung di Danau Singkarak bukan hanya langkah besar dalam menciptakan energi terbarukan, tetapi juga menjadi simbol upaya Indonesia dalam mencapai kemandirian energi yang lebih bersih. Dengan investasi yang besar dan dampak positif yang menjanjikan, proyek ini menempatkan Indonesia di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan energi hijau di Asia Tenggara.
Tidak hanya menjadi solusi energi, PLTS ini juga berfungsi sebagai model pembangunan berkelanjutan yang menyelaraskan kebutuhan ekonomi, sosial, dan ekologi. Danau Singkarak akan menjadi saksi transformasi besar yang membawa manfaat tidak hanya bagi generasi saat ini tetapi juga bagi generasi mendatang.(Rd/fks)







