Muara Tembesi — Warga Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, memprotes sebuah pangkalan LPG resmi setelah beredarnya video yang memperlihatkan tumpukan tabung LPG subsidi 3 kilogram di dalam sebuah toko.
Warga mengaku selama ini kerap kesulitan mendapatkan gas subsidi. Setiap kali membeli, mereka sering diberitahu stok habis. Namun dalam video yang viral di media sosial, gas justru terlihat tersimpan dalam jumlah banyak.
“Saya melihat sendiri gasnya ada, tapi kami dibilang habis,” ujar Wilfi, warga setempat.
Kecurigaan warga semakin menguat setelah terlihat kendaraan mewah keluar-masuk lokasi pangkalan pada malam hari. Warga menilai distribusi LPG subsidi tersebut tidak tepat sasaran.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Batanghari melalui Disperindagkop dan Satpol PP turun langsung ke lokasi. Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Batanghari, Edi Sabara, menegaskan bahwa penjualan LPG 3 kg wajib menggunakan KTP atau NIB sesuai aturan yang berlaku.
“Jika transaksi tanpa KTP terjadi berulang, itu merupakan pelanggaran,” tegasnya.
Kasus ini kini dalam penanganan pemerintah daerah. Warga berharap distribusi gas subsidi dapat diawasi lebih ketat agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.(Rani)








