Bungo – Setelah sempat luluh lantak diterjang banjir Sungai Batang Bungo pada 2023, jembatan gantung sepanjang 100 meter di Desa Rantau Duku kini kembali berdiri. Pembangunan ulang yang dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat tersebut menjadi simbol kebangkitan akses dan ekonomi warga.
Jembatan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat itu sempat terputus, memaksa warga menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko. Kondisi tersebut paling dirasakan para petani yang setiap hari mengangkut hasil perkebunan.
Melalui kerja nyata di lapangan, progres pembangunan kini telah mencapai 50 persen. Personel bahkan melakukan pengerjaan lembur demi mempercepat penyelesaian agar masyarakat segera kembali menikmati akses yang aman dan layak.
Komitmen percepatan ini menjadi bukti keseriusan dalam menghadirkan kembali infrastruktur vital yang tidak hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian desa.
Di tengah kerja keras para prajurit dan dukungan masyarakat, jembatan tersebut kini bukan sekadar proyek pembangunan—melainkan simbol kebangkitan, harapan baru, dan penghubung asa warga Rantau Duku.(DIAN)





