Muara Bulian, 20 Desember 2024 – Koin Rp25 keluaran tahun 1996 menyimpan kenangan manis bagi banyak orang, termasuk Niswatun, seorang mahasiswi Universitas Islam Batang Hari (UNISBA) yang berlokasi di Kota Muara Bulian. Baginya, koin kecil ini bukan hanya sekadar alat tukar, tetapi juga pengingat akan sejarah dan identitas bangsa Indonesia.
“Waktu kecil, saya sering melihat koin ini di rumah nenek. Beliau selalu bilang, meskipun nilainya kecil, jangan pernah remehkan, karena koin ini punya cerita dan sejarah yang mendalam,” ujar Niswatun dengan penuh senyum mengenang masa kecilnya.
Menghidupkan Kenangan Lewat Simbol
Koin ini, yang di satu sisinya menampilkan cabang pohon pala, mengingatkan Niswatun pada kejayaan Indonesia sebagai pusat rempah dunia. Baginya, simbol pala itu adalah cerminan identitas bangsa. “Koin ini mengajarkan kita bahwa hal sederhana seperti uang receh pun punya sejarah yang besar,” tambahnya.
Sebagai mahasiswi, Niswatun merasa bahwa generasi muda saat ini perlu lebih mengenal benda-benda yang menyimpan jejak masa lalu. Ia percaya bahwa lewat edukasi yang sederhana, seperti mengenalkan uang kuno, pemahaman tentang sejarah bisa ditanamkan dengan lebih menarik.
Inspirasi untuk Generasi Muda
Di tengah dominasi transaksi digital, Niswatun merasa keberadaan koin seperti Rp25 adalah pengingat akan masa lalu yang harus dijaga. “Koin ini seperti penghubung antara generasi dulu dan sekarang. Bagi saya, itu penting untuk terus dirawat,” ujarnya.
Harapan Niswatun
Sebagai bagian dari generasi muda, Niswatun bercita-cita membuat acara diskusi di kampusnya untuk mengenalkan uang kuno kepada teman-temannya. Ia berharap koin ini tidak hanya dilihat dari sisi nominal, tetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. “Ini bukan hanya koin, ini cerita. Saya ingin teman-teman seangkatan saya juga merasakannya,” tutupnya penuh semangat.
Melalui sudut pandang Niswatun, koin Rp25 ini menjadi lebih dari sekadar benda kecil. Ia adalah simbol sejarah dan pengingat akan identitas bangsa yang tetap relevan, bahkan di tengah arus modernisasi.
(redaksi)





