MUARA TEMBESI, 11 Desember 2024 – Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, mendadak ramai setelah seorang perempuan tanpa identitas yang diduga mengalami depresi ditemukan oleh warga pada Rabu sore. Informasi ini pertama kali menyebar melalui grup WhatsApp Info Bulian dan Sekitar, yang menjadi kunci utama dalam mempertemukan wanita tersebut dengan keluarganya.
Perempuan itu ditemukan di Perumahan Sosial Desa Pelayangan dalam kondisi kebingungan dan sulit diajak berkomunikasi. Seorang warga kemudian memposting informasi ke grup Info Bulian dan Sekitar, yang langsung memancing perhatian masyarakat. Dengan bantuan Pak Bujang Barong, warga Desa Rantau Kapas Mudo, perempuan itu akhirnya dibawa ke Polsek Muara Tembesi.
Setibanya di Polsek, perempuan itu diterima oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Agus Pramono, yang langsung memberikan perhatian berupa makanan dan minuman sembari mencari informasi tentang identitasnya. Informasi tersebut kemudian disebarkan melalui media sosial Polsek Muara Tembesi dan grup Info Bulian dan Sekitar.
Respons cepat masyarakat dan aparat akhirnya membuahkan hasil. Pada malam harinya, pihak keluarga perempuan itu berhasil dihubungi. Orang tua kandungnya datang ke Polsek membawa KTP sebagai bukti identitas. Diketahui, wanita tersebut bernama Via Anggraini, kelahiran 1998, warga Kota Jambi.
Himbauan Kepada Orang Tua dan Masyarakat
Melalui Bhabinkamtibmas Aiptu Agus Pramono, Polsek Muara Tembesi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kerja sama yang terjalin, terutama melalui media sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak mereka.
“Pengawasan terhadap anak-anak harus ditingkatkan agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, atau kenakalan remaja. Bekali mereka dengan ilmu agama, pantau pergaulan, dan pastikan mereka tidak pulang larut malam,” ujar Aiptu Agus Pramono.
Sinergi Masyarakat dan Aparat dalam Menjaga Kamtibmas
Aiptu Agus Pramono juga menegaskan bahwa sinergi antara warga, media sosial, dan aparat keamanan sangat penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif. Kejadian ini membuktikan bahwa kolaborasi aktif dapat memberikan solusi cepat dan efektif.
“Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan dan keamanan anak-anak kita. Mereka adalah tanggung jawab kita semua,” tutupnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan kekuatan solidaritas masyarakat dalam membantu sesama serta memanfaatkan media sosial secara positif untuk menciptakan dampak baik di lingkungan sekitar.
(red)






